panen Raya
Minggu, 08 Desember 2013
Panen Raya
Tri Krida Sukses, Saatnya Bentuk Badan Pelaksana Penyuluhan
foto: Yohanes Don Bosco Wolo
Indonesia pada umumnya dan Kabupaten Alor pada khususnya diklaim sebagai daerah
agraris. Sebagai daerah agraris, tentu mayoritas penduduknya mengandalkan
kehidupannya pada sektor pertanian dan kelautan. Untuk mendorong pembangunan
pertanian dan kelautan, maka lahirnya Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2006
tentang system penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan (SP3K). Diharapkan
adanya UU ini bisa menjawab berbagai kendala yang dihadapi selama ini.
KALABAHI ON- 64 tahun sudah kita merdeka tapi wajah pertanian kita masih
biasa-biasa saja. Belum ada sesuatu yang luar biasa dari terobosan pemerintah
daerah dalam pembangunan pertanian. Bahkan, peran para penyuluh kadang
disepelekan. Tak ada sarana dan prasarana pendukung. Tidaklah heran kalau
seorang anggota Gapoktan di Desa Kaleb-Kecamatan Pantar Timur, Melkisedek
Tuati, mendesak pemerintah agar memfasilitasi para penyuluh dengan sarana
pendukung untuk kelancaran tugasnya.
”Bagaimana penyuluh dorang mau datang dampingi kami petani, untuk kasi tau cara
tanam yang benar jika mereka datang dengan jalan kaki? Mereka belum ke kebun
atau lahan garapan, kami sudah pulang kebun. Karena itu kita tidak minta
lain-lain tetapi kalau bisa para penyuluh ini diberikan satu orang satu sepeda
motor, supaya tugas mereka untuk ajar kita tanam ini berhasil dengan baik,
”pinta Melkisedek Tuati, salah seorang anggota Gapoktan kepada ON di Desa Kaleb
pekan lalu sebgaimana sudah diberitakan media ini edisi sebelumnya.
Karena itu, sarana pendukung berupa kendaraan roda dua atau sepeda motor buat
penyuluh itu harus diberikan. Permintaan para petani agar para penyuluh
pertanian lapangan perlu difasilitasi dengan kendaraan operasional ini ada
benarnya. Betapa tidak, ujung tombak pengembangan pertanian yang merupakan
salah satu fokus program Tri Krida yang dicanangkan oleh duet Pally-Tahir ada
di desa. Yang tiap hari hidup dengan petani di desa ada penyuluh pertanian
lapangan. Karena itu, jika duet Pally-Tahir menghendaki agar program mereka di
bidang pertanian ini sukses maka tidak ada pilihan lain yang harus dilakukan
kecuali memfasilitasi para penyuluh pertanian lapangan dengan kendaraan roda
dua.
Rupanya petani Desa Kaleb yang tinggal di dusun itu juga sudah mengerti benar
bahwa mereka (para petani-Red) hanya bisa sukses menggarap lahan garapan kalau
maksimal didampingi oleh penyuluh pertanian lapangan. Salah seorang penyuluh
pertanian lapangan kepada ON mengaku hingga saat ini pihaknya dalam hal ini UPT
BKP3 Kabir yang wilayah kerja mencakup semua desa di Kecamatan Pantar Timur itu
hanya difasilitasi dengan dua kendaraan roda dua.
Dia mengaku, hingga saat ini fungsi penyuluh yang sangat diharapkan oleh para
petani itu belum berjalan secara maksimal karena para penyuluh tidak didukung
dengan prasarana pendukung yang memadai.
”Pokoknya untuk kendaraan operasional, kami masih sangat kurang, ”kata penyuluh
itu
Langganan:
Komentar (Atom)